Teh sudah dikenal sejak lama sebagai
minuman denganseribu khasiat yang menakjubkan. Seiring dengan perkembangan
penelitian modern, teh terbukti bisa menyembuhkan berbagi penyakit dan sebagai
pencegah penyakit. Kini teh juga telah berkembang pesat menjadi minuman dengan
berbagai rasa modifikasi untuk menyesuaikan selera konsumen. Kemasannya didesai
menarik sehingga mendongkrak gengsi minuman teh menjadi seperti minumankesehtan
lainnya. ( Sehat dan Cantik Dengan Teh Hijau, Hal.5)
Sejarah dari teh hijau
ini berawal dari Negara Cina, yang telah menggunakan teh hijau sebagai
pendukung pengobatan sejak 4.000 tahun yang lalu. Dan saat ini para peneliti
nutrisi telah menemukan bahwa teh hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tahun
1994, bahkan sebuah jurnal yang diterbitkan untuk kalangan ahli kangker
menyebutkan bahwa teh hijau yang dikunsumsi masyarakat Cina telah membuat
mereka terhindar dari kanker. Belakangan ini, bukti baru telah ditemukan bahwa
minum teh secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol darah, dan
menyeimbangkan kadar tersebut. Sejarah bangsa Cina menyebutkan teh hijau mulai
digunakan sebagai minuman sejak 2700 tahun sebelum Masehi pada dinasti Kaisar
Shen Nung, namun tercatat dalam kamus kuno pada 350 tahun sebelum Masehi.
Sekitar 200 tahun sebelum Masehi dalam buku tanaman obat Cina disebutkan daun
teh berkhasiat menghilangkan racun dalam tubuh.
Gambar
1.1 kaisar shen nung
Di Jepang tradisi minum teh berasal dari Cina
sekitar abad ke-6 Masehi. Pada zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen
menyebarkan ajaran Zen sambil memperkenalkan matcha (teh hijau dalam bentuk
bubuk) yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi
populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Sejak itu teh hijau
mulai dikenal berkhasiat untuk kesehatan dan digunakan awak kapal dalam
pelayaran jauh. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan
makin meluasnya kebiasaan minum teh.
Di Indonesia sendiri
tanaman teh pertama dibawa dan dikembangkan oleh penjajah Belanda hingga dapat
diekspor ke negeri kincir tersebut. Sejak itu teh terus dikembangkan dan
diperluas penanamannya. Hingga pada masa kemerdekaan usaha perkebunan dan
industri Teh diambil alih dan diperbaiki oleh pemerintah Republik Indonesia.
Walaupun luasannya tidak mencapai keadaan sebelum perang tetapi produksinya
meningkat tajam. Sekarang, perkebunan dan perdagangan Teh juga dilakukan oleh
pihak swasta. (Apriliany, 2015)
Teh hijau adalah jenis
teh yang juga tidak mengalami proses fermentasi akan tetapi mengalami proses
pengeringan dan penguapan daun yang sedikit lebih lama dibandingkan teh
putih.Semua jenis teh mengandung katekin, akan tetapi saat ini teh hijau lebih
populer karena kandungan katekinya lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam.
Sehingga teh hijau lebih dikenal sebagai jenis teh yang dapat mencegah
pertumbuhan penyakit kanker. Manfaat lain dari teh hijau adalah untuk mencegah
dan menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL),
resiko terkena stroke dan menghaluskan kulit. Teh hijau alias green tea adalah
salah satu jenis teh yang cukup populer dikonsumsi, terutama di negara-negara
Asia seperti Jepang dan Indonesia sendiri. Di Jepang, teh hijau (ryokucha)
adalah teh yang sangat sering dikonsumsi sehingga bila disebut teh (ocha)
kemungkinan besar yang dimaksud adalah teh hijau. (F Halimah, 2018)
Gambar 1.2 Teh
Hijau
Manusia memiliki reaksi alami untuk menangkal radikal bebas secara
berkelanjutan, antioksidan tambahan diperlukan jika jumlah radikal bebas didlam
tubuh berlebih (Erguder dkk, 2007 dan Nurjanah dkk, 2011). Senyawa yang mampu
menghambat oksidasi molekul lain adalah senyawa antioksidan. Menurut Jin-yeum
dkk., (2010) dalam Purwaningsih (2012), dalam sistem biologis mekanisme
antioksidan didalam plasma tergantung dari beberapa faktor, yaitu sifat oksidan
yang dikenakan pada sistem biologis sifat sinergis atau interaksi dari
antioksidan dan aktivitas dan jumlah antioksidan. Kerja antioksidan melalui
detoksifikasi serta mengaktifkan enzim-enzim antioksidan (katalase, dismutase,
glutation peroksidase superoksid) termasuk kadar glutation reduksi (GSH) serta
mekanisme pemutusan rantai radikal bebas, (Harliansyah, 2005). Vitamin,
mineral, dan fitokimia merupakan beberapa bentuk antioksidan (Nurjanah, 2011).
Bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai
antioksidan salah satunya dalah daun teh hijau (Camellia sinensis L). Daun teh
hijau dikenal sebagai tanaman yang mengandung senyawa katekin. Senyawa katekin
diketahui merupakan antioksidan yang memberikan serapan pada panjang gelombang
daerah UV B (290–320) yang dapat digunakan sebagai bahan aktif sediaan tabir
surya (Sari MP, 2014).
Gambar
1.3 Pemancing yang Kepanasan
Nahhh mungkin itu aja versi om bas, mungkin kalau ada yang ingin menambahkan atau ada yang ingin ditanyakan bisa langsung komen aja di bawah yaaaa
Terimakasih Basnah Lovers sudah berkunjung. Salam hangat dari om bas, andI Love You all <3
DAFTAR
PUSTAKA
Sehat dan Cantik Dengan Teh Hijau, Hal 5 . Niaga Swadaya
F Halimah . 2018 .
BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teh Hijau (Camellia Sinensis )
Apriliany, F Halimah .
2018 . BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Teh Hijau (Camellia Sinensis )
Nurjanah, L. Izzati, A. Abdullah.
2011. Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Kerang Pisau (Solen
spp). J.Ilmu kelautan, 16(3):119- 124.
Sari, MP. 2014. Formulasi Krim
tabir Surya Fraksi Etil Asetat Kulit Pisang Ambon Putih (Musa (AAA group) dan
Penentuan Nilai Faktor Pelindung Surya (FPS) Fraksi Etil Asetat Secara in
Vitro. Bandung : Program Studi Farmasi. Universitas Islam


