Jumat, 20 Maret 2020

HALLO BASNAH LOVERS, apa kabarnya niiih????? semoga sehat selalu yaaa supaya bisa terus kunjungin blog basnah. Nahh, kali  ini om bas mau sharing dikit niiih tentang teh hijau atau biasanya juga disebut matcha menurut yang om bas ketahui, langsung simak aja yaa, selamat menikmati BasLovvvvvv :))



Teh sudah dikenal sejak lama sebagai minuman denganseribu khasiat yang menakjubkan. Seiring dengan perkembangan penelitian modern, teh terbukti bisa menyembuhkan berbagi penyakit dan sebagai pencegah penyakit. Kini teh juga telah berkembang pesat menjadi minuman dengan berbagai rasa modifikasi untuk menyesuaikan selera konsumen. Kemasannya didesai menarik sehingga mendongkrak gengsi minuman teh menjadi seperti minumankesehtan lainnya. ( Sehat dan Cantik Dengan Teh Hijau, Hal.5)
Sejarah dari teh hijau ini berawal dari Negara Cina, yang telah menggunakan teh hijau sebagai pendukung pengobatan sejak 4.000 tahun yang lalu. Dan saat ini para peneliti nutrisi telah menemukan bahwa teh hijau sangat bermanfaat bagi kesehatan. Tahun 1994, bahkan sebuah jurnal yang diterbitkan untuk kalangan ahli kangker menyebutkan bahwa teh hijau yang dikunsumsi masyarakat Cina telah membuat mereka terhindar dari kanker. Belakangan ini, bukti baru telah ditemukan bahwa minum teh secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol darah, dan menyeimbangkan kadar tersebut. Sejarah bangsa Cina menyebutkan teh hijau mulai digunakan sebagai minuman sejak 2700 tahun sebelum Masehi pada dinasti Kaisar Shen Nung, namun tercatat dalam kamus kuno pada 350 tahun sebelum Masehi. Sekitar 200 tahun sebelum Masehi dalam buku tanaman obat Cina disebutkan daun teh berkhasiat menghilangkan racun dalam tubuh.
Gambar 1.1 kaisar shen nung

 Di Jepang tradisi minum teh berasal dari Cina sekitar abad ke-6 Masehi. Pada zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen sambil memperkenalkan matcha (teh hijau dalam bentuk bubuk) yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Sejak itu teh hijau mulai dikenal berkhasiat untuk kesehatan dan digunakan awak kapal dalam pelayaran jauh. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.
Di Indonesia sendiri tanaman teh pertama dibawa dan dikembangkan oleh penjajah Belanda hingga dapat diekspor ke negeri kincir tersebut. Sejak itu teh terus dikembangkan dan diperluas penanamannya. Hingga pada masa kemerdekaan usaha perkebunan dan industri Teh diambil alih dan diperbaiki oleh pemerintah Republik Indonesia. Walaupun luasannya tidak mencapai keadaan sebelum perang tetapi produksinya meningkat tajam. Sekarang, perkebunan dan perdagangan Teh juga dilakukan oleh pihak swasta. (Apriliany, 2015)
Teh hijau adalah jenis teh yang juga tidak mengalami proses fermentasi akan tetapi mengalami proses pengeringan dan penguapan daun yang sedikit lebih lama dibandingkan teh putih.Semua jenis teh mengandung katekin, akan tetapi saat ini teh hijau lebih populer karena kandungan katekinya lebih tinggi dibandingkan dengan teh hitam. Sehingga teh hijau lebih dikenal sebagai jenis teh yang dapat mencegah pertumbuhan penyakit kanker. Manfaat lain dari teh hijau adalah untuk mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), resiko terkena stroke dan menghaluskan kulit. Teh hijau alias green tea adalah salah satu jenis teh yang cukup populer dikonsumsi, terutama di negara-negara Asia seperti Jepang dan Indonesia sendiri. Di Jepang, teh hijau (ryokucha) adalah teh yang sangat sering dikonsumsi sehingga bila disebut teh (ocha) kemungkinan besar yang dimaksud adalah teh hijau. (F Halimah, 2018)
Gambar 1.2 Teh Hijau

        Manusia memiliki reaksi alami untuk menangkal radikal bebas secara berkelanjutan, antioksidan tambahan diperlukan jika jumlah radikal bebas didlam tubuh berlebih (Erguder dkk, 2007 dan Nurjanah dkk, 2011). Senyawa yang mampu menghambat oksidasi molekul lain adalah senyawa antioksidan. Menurut Jin-yeum dkk., (2010) dalam Purwaningsih (2012), dalam sistem biologis mekanisme antioksidan didalam plasma tergantung dari beberapa faktor, yaitu sifat oksidan yang dikenakan pada sistem biologis sifat sinergis atau interaksi dari antioksidan dan aktivitas dan jumlah antioksidan. Kerja antioksidan melalui detoksifikasi serta mengaktifkan enzim-enzim antioksidan (katalase, dismutase, glutation peroksidase superoksid) termasuk kadar glutation reduksi (GSH) serta mekanisme pemutusan rantai radikal bebas, (Harliansyah, 2005). Vitamin, mineral, dan fitokimia merupakan beberapa bentuk antioksidan (Nurjanah, 2011).
 Bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan salah satunya dalah daun teh hijau (Camellia sinensis L). Daun teh hijau dikenal sebagai tanaman yang mengandung senyawa katekin. Senyawa katekin diketahui merupakan antioksidan yang memberikan serapan pada panjang gelombang daerah UV B (290–320) yang dapat digunakan sebagai bahan aktif sediaan tabir surya (Sari MP, 2014).
Gambar 1.3 Pemancing yang Kepanasan


Nahhh mungkin itu aja versi om bas, mungkin kalau ada yang ingin menambahkan atau ada yang ingin ditanyakan bisa langsung komen aja di bawah yaaaa

Terimakasih Basnah Lovers sudah berkunjung. Salam hangat  dari  om bas,  andI  Love You all  <3




DAFTAR PUSTAKA

Sehat dan Cantik Dengan Teh Hijau,
Hal 5  . Niaga Swadaya
Nurjanah, L. Izzati, A. Abdullah. 2011. Aktivitas Antioksidan dan Komponen Bioaktif Kerang Pisau (Solen spp). J.Ilmu kelautan, 16(3):119- 124.
Sari, MP. 2014. Formulasi Krim tabir Surya Fraksi Etil Asetat Kulit Pisang Ambon Putih (Musa (AAA group) dan Penentuan Nilai Faktor Pelindung Surya (FPS) Fraksi Etil Asetat Secara in Vitro. Bandung : Program Studi Farmasi. Universitas Islam